Ulasan Misteri Mengenai Gula! Simak Yuk

Gula itu manis, hal yang manis pasti disukai oleh banyak orang. Tapi kalian tau gak sih kalau hampir sebagian besar penyakit yang diderita orang modern dipicu oleh faktor makanan kurang sehat, salah satunya konsumsi gula berlebihan? Nah kebanyakan mengonsumsi gula bukan hanya membuat lingkar pinggang bertambah besar, tapi juga bisa memengaruhi kesehatan otak sehingga menyebabkan penurunan daya ingat loh.

 

Berikut ini adalah 5 fakta seputar gula yang perlu Anda ketahui untuk mencegah kelebihan mengasup gula.

 

1. Tidak semua gula berbahaya

Sumber: www.kokiku.tv

Tubuh kita mengubah sebagian besar makanan yang kita asup menjadi gula. Glukosa atau gula darah berasal dari karbohidrat seperti nasi atau roti. Karbohidrat merupakan bahan bakar sel di seluruh tubuh, termasuk otak. Jenis gula kedua adalah fruktosa. Saat kita mengonsumsi sayur dan buah-buahan, fruktosa sebenarnya tidak berbahaya, tetapi ketika diasup dalam makanan seperti minuman bersoda, madu, dan juga makanan yang diproses, fruktosa akan berbahaya bagi kesehatan.

 

2. Gula bikin ketagihan

Sumber: www.facetofeet.com

Hanya diperlukan satu gigitan gula untuk merangsang otak melepaskan dopamin, hormon di otak yang memicu motivasi dan juga keinginan makan. Dopamin juga zat yang sama yang membuat seseorang alkoholik atau pecandu narkoba ingin mengalami “high”.

 

3. Gula membuat kulit cepat menua

Sumber: www.tergemes.com

Kebanyakan orang hanya menyalahkan matahari, padahal apa yang kita makan juga berdampak pada kondisi kulit. Kelebihan gula akan memecah kolagen dan elastin di kulit, zat yang penting untuk membuat sel memperbaiki dirinya. Bukan hanya itu, tidak ada cara efektif untuk memperbaiki keriput yang muncul terlalu prematur. Yang bisa kita lakukan adalah mencegahnya, antara lain dengan membatasi asupan gula.

 

4. Mengganggu sensor kenyang

Sumber: www.semuaunikinfo.blogspot.co.id

Gula memang jadi biang keladi kegemukan. Tetapi para ahli mengungkapkan bahwa konsumsi gula yang berlebihan dalam jangka panjang akan membuat sensor di otak untuk mencegah kita makan berlebihan menjadi terganggu. Saat otak kita tidak melepaskan hormon yang memberi sinyal bahwa kita sudah kenyang, maka kita akan terus menerus makan.

 

5. Ketagihan gula adalah nyata

Sumber: www.meetdoctor.com

Bila Anda sudah terbiasa mengonsumsi makanan manis, maka membatasinya dari pola makan sehari-hari akan menyebabkan reaksi yang mirip dengan ketagihan narkoba, yakni gemetar, cemas, bahkan tremor. Cara utama untuk memutus kebiasaan konsumsi gula adalah melakukan perubahan pola makan secara total. Mulailah dengan mengurangi asupan gula tambahan dalam makanan atau minuman.

 

 

 

Sumber: www.makassar.tribunnews.com} else {