Ingin Berkeluarga? Pahami Dulu 7 Hal Ini!

Telah menjalin hubungan dalam waktu lama dan akhirnya sudah ada rencana untuk berkeluarga? Bagus! Tandanya kamu dan dia sudah ada pembicaraan untuk berkomitmen ke jenjang yang lebih serius. Namun, jangan sampai keputusan tersebut tidak dipertimbangkan dengan matang, ya. Berkeluarga itu sulit dan harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, terutama jika memutuskan untuk memiliki anak. Wah itu bukan hal yang mudah loh! Sebagai orangtua kelak, kamu harus bisa mempertanggungjawabkan semua tindakanmu di hadapan si kecil. Pasalnya, perilaku yang kita lakukan adalah bekal kehidupannya. Si kecil akan memerhatikan dan meniru apa yang dilakukan orangtuanya, yang akan ia bawa hingga dewasa nanti. Gak percaya? Beberapa alasan berikut ini membuktikannya:

  1. Manusia memiliki sifat dasar meniru
Sumber: huffingtonpost.com

Seperti dilansir oleh University of Washington, seorang anak pertama kali mempelajari dunia sekitar dengan melakukan imitasi terhadap dunia di sekitarnya. Secara perlahan, mereka mengamati apa yang dilakukan oleh orang di sekitar, dan membawa informasi tersebut ke alam bawah sadarnya. Jadi bagi para pria dan wanita yang berencana untuk menikah dan memiliki buah hati, harus siap nih menjaga sikap dan perkataan mereka didepan buah hatinya kelak. Karena anak-anak suka meniru maka harus menunjukkan sikap dan perkataan yang baik saja ya!

 

  1. Keluarga menjadi ‘dunia’ pertama yang dilihat oleh anak
Sumber: huffingtonpost.com

Ketika seorang anak lahir, orang pertama yang akan ditemuinya adalah keluarganya baik ayah, ibu ataupun saudara-saudara lainnya. Sebelum akhirnya ia mulai bertemu dengan dunia luar seperti teman sebaya, guru, dll kelak. Sehingga, apa yang ia lalui bersama keluarga akan menjadi bekal penting untuk masa depannya, terutama untuk pembentukan karakter dan sikapnya dalam menghadapi lingkungan sekitar.

 

  1. Orangtua terutama, memegang peranan yang amat penting
Sumber: today.com

Orang pertama yang dilihat oleh seorang anak ialah ayah dan ibunya. Dari situlah ia mulai merasakan adanya ikatan yang kuat dan mendalam, bahkan amat bergantung akan keberadaan kita sebagai orangtuanya. Hal ini akan berlangsung untuk kurun waktu yang lama, setidaknya di lima tahun pertama usianya. Sehingga dalam lima tahun pertama sang anak sebaiknya orang tua menunjukkan dan mengajarkan hal-hal positif kepada sang buah hati karena orangtua memegang peranan yang amat penting dalam perkembangan kepribadian sang buah hati.

 

  1. Hampir setiap hari anak menghabiskan waktunya bersama kita
Sumber: huffingtonpost.com

Setiap hari, kita akan berinteraksi dengan anak. Di saat bersamaan, mereka sebenarnya mempelajari perilaku kita, dan menirunya. Misalnya, jika kita terbiasa makan menggunakan tangan, mereka pun akan melakukan hal yang sama. Apabila kita termasuk orang yang malas berolahraga, biasanya kebiasaan tersebut akan menurun ke anak karena mereka menganggap hal tersebut sah saja untuk dilakukan sebab orangtuanya yang menjadi panutannya pun tak melakukan hal tersebut.

Untuk itu, kita harus memikirkan efek dari tindakan kita terhadap si kecil. Sebab, kebiasaan buruk yang kita lakukan bisa saja menurun padanya. Pastikan bahwa setiap hal yang kita lakukan di hadapannya memang bisa menjadi contoh yang baik. Misalnya, dengan mengajaknya berolahraga bersama akan mengedukasi anak akan pentingnya olahraga untuk kesehatan. Lebih dari itu, olahraga juga memiliki banyak sekali manfaat positif untuk si kecil, mulai dari latihan bekerjasama, membentuk mental yang kuat, serta sikap yang positif.

 

  1. Di mata anak, kita adalah role model
Sumber: kqed.org

Setiap informasi yang mereka terima dari dunia luar, akan dibandingkan dengan apa yang dilihatnya di rumah. Ikatan emosional yang kuat terhadap orangtua membuat anak menjadikan orangtua sebagai sosok panutan utama, dibandingkan orang lainnya yang ada di sekitar.

 

  1. Tanpa sadar, setiap kata ‘jangan’ yang kita utarakan akan berpengaruh besar terhadap karakter si kecil
Sumber: verywell.com

Sebagai orangtua kelak, kita ingin anak bisa mematuhi semua nasihat kita, termasuk juga soal larangan. Sehingga, banyak sekali larangan bernada negatif yang kita utarakan padanya. “Jangan kebanyakan menonton!”, atau “Jangan tidur siang terus!” adalah beberapa contoh larangan yang mungkin sering kita ucapkan.

Hati-hati, hal ini bisa berdampak buruk untuk karakter si kecil. Bisa jadi, di masa depan ia akan bertumbuh menjadi anak yang tidak berani mencoba, karena sudah terbiasa dilarang ini-itu oleh orangtuanya. Atau lebih parah lagi, si kecil juga bisa bertumbuh menjadi seorang yang suka memerintah, karena terbawa kebiasaan orangtuanya.

 

  1. Itulah sebabnya, sebagai orangtua kelak kita harus memberi teladan dengan pendekatan yang tepat
Sumber: today.com

Orangtua kelak akan menjadi teladan untuk anaknya, dan tent hal tersebut adala hal yang sulit, namun bukan berarti mustahil untuk dilakukan. Ibu dan ayah bisa bekerjasama untuk memberikan contoh yang baik pada si kecil, lewat kegiatan sehari-hari. Misalnya, ayah bisa mengajaknya olahraga ringan di taman setiap weekend untuk membantu perkembangan fisik dan karakternya. Sedangkan, ibu bisa mendukung hal tersebut dengan memberikan ia menu sarapan bernutrisi setiap hari. Perkataan dari orangtua juga harus diperhatikan, jangan gunakan kata-kata kasar dan coba untuk memahami si kecil.

 

Tujuh hal di atas bisa menjadi gambaran bahwa ternyata, setiap hal yang kita lakukan kelak sebagai orangtua dapat memberikan pengaruh pada anak. Maka, sedari sekarang biasakan untuk menerapkan kebiasaan yang baik dan sehat di hadapan si kecil, misalnya seperti olahraga dan lain-lain. Mari ubah sifat dan sikap buruk kita agar kelak kita dapat menjadi teladan yang baik untuk anak demi masa depannya yang cerah ya Sobat Evoucher!

 

Sumber: life.idntimes.com