7 Tipe Teman Ini Bikin Dompet Cepet Kosong, Mending Hindari Aja Deh!

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang selalu bergantung dengan orang lain. Oleh karena itulah setiap orang tentu memiliki dan butuh teman. Namun teman yang baik itu seperti apa sih? Nah… teman yang baik tentu gak cuma pandai mendengar curhatan dan memberikan saran yang bijaksana, mereka juga seharusnya bisa memberikan pengaruh yang baik serta positif. Pengaruh yang baik juga gak melulu berdampak pada sifat dan kebiasaanmu, namun juga berdampak pada isi kantongmu.

Jika kamu penasaran teman seperti apa yang bisa memberikan pengaruh baik untuk keuanganmu, kamu harus ketahui dulu tipe-tipe teman yang wajib kamu hindari kalau kamu gak mau dompetmu cepet kosong alias habis. Ini dia ulasannya.

 

1. Si tukang pamer.

Sumber: pixabay.com

Tipe teman yang seperti ini bisa dibilang paling banyak keberadaannya dan mereka juga memiliki cara yang berbeda dalam menunjukkan sifatnya. Mereka bisa memberitahumu secara blak-blakan atau menunjukkan barang-barang mahal mereka dengan membanjiri timeline media sosialmu. Jika kamu tidak berhati-hati menanggapinya, kamu bisa saja jadi mudah terpancing dan turut mengikuti jejak mereka, yang akhirnya malah merugikan isi kantongmu hanya demi mengikuti gengsi.

2. Si tukang nebeng.

Sumber: pixabay.com

Kalau kamu termasuk orang yang murah hati dan gemar membantu teman-temanmu tanpa pamrih, kamu wajib hati-hati dengan tipe teman seperti ini karena mereka bisa memanfaatkan kebaikanmu untuk kepentingan mereka sendiri. Mungkin pada awalnya dia akan terlihat seperti teman biasa yang membutuhkan sedikit bantuan, tapi tanpa disadari segala hal yang menjadi urusannya tiba-tiba harus melibatkan kamu. Dia bisa saja minta kamu mengantarnya ke supermarket, atau ketika kalian makan siang bersama dia kerap minta kamu nombokin dulu. Mending jauh-jauh deh kalau gak mau rugi.

3. Si tukang pinjam.

Sumber: pexels.com

Sebenarnya tidak ada yang salah sih dengan meminjam sesuatu dari teman. Namun jika kegiatan meminjam itu jadi keterusan bahkan sampai barang yang dipinjam tidak pernah dikembalikan, di situ lah kamu harus waspada. Tipe teman seperti ini sudah pasti bakal merugikanmu terus. Baik itu uang atau barang, dia akan seenaknya meminjam kepunyaanmu, dan lebih parahnya dia belum tentu bakal mengembalikannya lagi ke kamu, tidak peduli mahal atau tidaknya, seberapa pentingnya barang tersebut bagi kamu.

4. Si optimistis.

Sumber: www.pexels.com

Terkadang sifat optimis juga gak selamanya baik lho, khususnya untuk tipe teman yang memiliki sifat semacam ini. Si optimistis mungkin bisa memberimu dukungan ketika kamu sedang dalam masalah, tapi jangan harap dukungan yang mereka berikan bisa berguna untuk isi dompetmu.

Mereka yang masuk dalam tipe ini biasanya akan mendukung kamu melakukan tindakan kurang bijak terhadap uangmu. Menghabiskannya untuk berbelanja, atau untuk mencoba berinvestasi tanpa menyiapkan uang darurat, apapun risiko keuangan yang kamu buat, mereka bakal terus mendukungmu dengan dalih “rezeki gak akan kemana”. Padahal mengatur uang itu butuh perencanaan yang matang, dan gak bisa mengandalkan keberuntungan semata kan.

5. Si hedon.

Sumber: pixabay.com

Jika belanja, nongkrong, dan jalan-jalan bukan kegiatan yang aman untuk kantongmu maka jauhilah tipe teman yang semacam ini. Terkadang kita memang harus memaklumi bahwa gak semua orang memiliki kondisi keuangan yang sama. Namun, bukan berarti lantas kita harus memaksakan mengikuti gaya hidup mereka. Sah-sah saja sih kalau kamu ingin ikut nongkrong dan jalan-jalan bareng, tapi kamu harus siap-siap saja menanggung konsekuensinya yakni isi dompet yang lebih cepat terkuras.

6. Si high class.

Sumber: pexels.com

Bergaul dengan teman yang memiliki gaya hidup ala jetset juga bisa memusingkan. Kegiatan simpel seperti makan siang atau belanja bisa menghabiskan uangmu seketika hanya demi mengikuti standar selera dia yang gak ramah di kantong. Misalnya makan siang yang sebenarnya bisa dilakukan di warteg dengan modal 15 ribu harus membutuhkan anggaran yang lebih banyak lagi lantaran temanmu mengajak makan di restoran ternama yang harga satu porsi makanannya bisa dua kali lipat. Sekali-kali mungkin wajar, tapi kalau keterusan tekor juga deh.

7. Si perhitungan.

Sumber: pixabay.com

Memang dalam mengatur uang sendiri sifat perhitungan harus ada, asal jangan berlebihan. Sifat perhitungan yang berlebihan mungkin pernah kamu lihat di beberapa temanmu, mereka yang selalu nuntut kamu untuk ikut menyumbang dalam berbagai hal yang padahal di luar tanggung jawab. Kamu bisa saja tiba-tiba diminta sumbangan untuk membayar bensin kendaraannya dengan alasan kamu nebeng dia pulang meskipun rutenya searah.

Atau lebih parahnya kamu harus membayar sebagian harga makanan yang dia beli hanya karena kamu beberapa kali mencicipi makanannya. Tidak logis banget bukan? Mungkin saja sih dia melakukannya demi tujuan yang sama denganmu yakni menjaga keuangannya sendiri. Tapi kalau kamu gak mau dinilai perhitungan atau malah sampai merugikan teman, mending jangan ditiru ya.

 

Nah Sobat Evoucher, kalian pernah ketemu teman yang seperti di atas gak? Hmm… memang terdengar menyebalkan banget sih, tapi jika kamu bertemu dengan orang-orang seperti itu, gak perlu langsung memusuhinya kok. Cukup jaga jarak tapi gak lupa untuk jaga hubungan baik. Selama mereka gak ngejahatin kamu, gak ada salahnya untuk tetap berteman, meski gak terlalu dekat.

 

Sumber: life.idntimes.com